RPP Adalah Rencana Pelaksanaan tatap muka untuk satu kali pertemuan atau lebih. RPP di buat oleh guru untuk membantunya dalam mengajar agar sesuai dengan Standar Kompetensi dan Kompetensi dasar pada hari tersebut, untuk lebih jelas mengenai RPP Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti Kelas XI semester 1, Silakan perhatikan contoh RPP berikut ini.
TUGAS
RPP 3, PPL 2, Matelda Riwu Rohi, S.Pd
RENCANA
PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
(RPP)
3
Sekolah :
SMK NEGERI 1 KUPANG
Mata Pelajaran :
Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti
Kelas/Semester :
XI / Ganjil
Tema : Keluarga
dan Pernikahan Kristen
Materi Pokok : Pernikahan Dalam Perspektif
Kristiani
Alokasi Waktu :
3 Jam Pelajaran @45 Menit
A.
Kompetensi Inti
·
KI-1:Menghayati dan mengamalkan ajaran agama
yang dianutnya.
·
KI-2: Menghayati dan mengamalkan perilaku jujur,
disiplin, santun, peduli (gotong royong, kerjasama, toleran, damai),
bertanggung jawab, responsif, dan pro-aktif dalam berinteraksi secara efektif
sesuai dengan perkembangan anak di lingkungan, keluarga, sekolah, masyarakat
dan lingkungan alam sekitar, bangsa, negara, kawasan regional, dan kawasan
internasional”.
·
KI 3: Memahami, menerapkan, dan menganalisis
pengetahuan faktual, konseptual, prosedural, dan metakognitif berdasarkan rasa
ingin tahunya tentang ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya, dan humaniora
dengan wawasan kemanusiaan, kebangsaan, kenegaraan, dan peradaban terkait
penyebab fenomena dan kejadian, serta menerapkan pengetahuan prosedural pada
bidang kajian yang spesifik sesuai dengan bakat dan minatnya untuk memecahkan
masalah
·
KI4: Mengolah, menalar, dan menyaji dalam
ranah konkret dan ranah abstrak terkait dengan pengembangan dari yang
dipelajarinya di sekolah secara mandiri, bertindak secara efektif dan kreatif,
serta mampu menggunakan metode sesuai kaidah keilmuan
B.
Kompetensi
Dasar dan Indikator Pencapaian Kompetensi
|
Kompetensi
Dasar |
Indikator |
|
3.2
Menganalisis pentingnya
nilai-nilai Kristiani dalam kehidupan keluarga dan pernikahan |
· Menjelaskan Penting persiapan pernikahan Kristiani. · Menjelaskan hal-hal yang perlu di
persiapkan dalam memasuki pernikahan kristen · Menjelaskan Pengertian Pernikahan dalam
perspektif Kristiani · Menjelaskan Hakekat Pernikahan
Kristen ·
Menjelaskan Tujuan Pernikahan Kristiani |
|
4.2
Membuat karya yang berkaitan
dengan nilai-nilai Kristiani dalam kehidupan keluarga dan pernikahan |
· Membuat kliping mengenai kehidupan
perkawinan dan berbagai masalah yang timbul kemudian memberikan analisis dan
jalan keluar dari masalah yang timbul |
C.
Tujuan
Pembelajaran
Setelah mengikuti proses pembelajaran,
peserta didik diharapkan dapat:
·
Menjelaskan Pentingnya persiapan pernikahan
·
Menjelaskan hal-hal yang perlu di persiapkan dalam
pernikahan.
·
Menjelaskan Pengertian Pernikahan dalam perspektif Kristiani
·
Menjelaskan Hakikat dari Pernikahan Kristen
·
Menjelaskan tujuan pernikahan Kristen
D.
Materi
Pembelajaran
Ø
Pernikahan Kristen
·
Pentingnya persiapan pernikahan
·
Hal-hal yang
perlu di Persiapkan dalam persiapan pernikahan kristen
·
Pengertian
Pernikahan dalam perspektif Kristiani
·
Hakekat
Pernikahan Kristen
·
Tujuan Pernikahan
Kristen
BAHAN AJAR
MATERI POKOK :
PERNIKAHAN DALAM PERSPEKTIF KRISTIANI
POKOK BAHASAN : Pentingnya
Persiapan Pernikahan, Hal-hal yang perlu dipersiapkan dalam pernikahan
Kristen, Pernikahan Kristen, Hakikat
Pernikahan, Tujuan pernikahan Kristen.
1. Pentingnya Persiapan Pernikahan kristiani
Mengapa mempersiapkan
suatu pernikahan kristiani itu
dianggap penting? Hal itu sangat penting terutama bagi pasangan yang akan
melangsungkan pernikahan. Di samping
itu juga penting bagi gereja supaya citra gereja sebagai keluarga Allah,
di mana para warganya terdiri dari keluarga-keluarga Kristen dapat dijaga, dan
kehendak Allah dapat diterapkan karena
banyak tantangan baik dalam kehidupan pernikahan, keluarga maupun di dalam gereja
yang harus dihadapi.
Pernikahan Kristen perlu dipersiapkan dengan
baik agar dapat memiliki pernikahan yang
baik dan Memiliki kehidupan Keluarga
yang berkenan kepada Tuhan karena keluarga yang di bentuk melalui pernikahan akan
menjadi keluarga Kristen, karena
keluarga Kristen dipanggil untuk menjadi suatu komunitas yang
mewartakan kabar baik atau Injil. Keluarga Kristen, seharusnya
menjadi tempat dimana
Injil ditaburkan dan
selanjutnya diwartakan keluar. Dengan demikian,
setiap anggota keluarga
Kristen, baik bapak, ibu
maupun anak-anak menjadi penerima sekaligus menjadi pewarta Injil.
Dengan demikian, para orang tua tidak
hanya mewartakan Injil kepada anak-anak-Nya, namun juga seharusnya terbuka
untuk menerima Injil dari mereka.
2. Hal yang perlu dipahami dalam persiapan
pernikahan Kristen, sebagai berikut.
a. Pentingnya
suatu pemahaman yang
benar tentang pernikahan
Kristen.
b. Pemuda dan pemudi Kristen perlu
sungguh-sungguh mengerti hakikat suatu pernikahan Kristen sebagai lembaga yang
dikuduskan Tuhan.
c. Perlunya persiapan yang memadai. Persiapan
suatu pernikahan Kristen adalah hal yang
dibutuhkan oleh calon
pasangan yang akan menikah, agar mereka dapat mengalami
suatu pernikahan yang bahagia dan tercapainya keselamatan di dalam Tuhan.
d. Secara
teknis, persiapan pernikahan
Kristen dapat dibagi
menjadi dua (2) bagian,
yaitu persiapan jangka panjang
dan dan persiapan jangka pendek. Yang
pertama, persiapan jangka panjang, mencakup pemberian pemahaman sekaligus
bekal bagi kehidupan keluarga
Kristen.Biasanya hal ini kita sebut sebagai “Katekisasi Pernikahan”,
dimana calon pasangan suami dan istri
perlu mengenal dasar-dasar teologi pernikahan dan keluarga Krisen, etika,
ekonomi keluarga, memahami pasangan, peran seksualitas, dinamika relasi
keluarga dan ha;l-hal lain yang dianggap penting. Waktu yang dialokasikan
biasanya sekitar enam (6) bulan. Yang kedua, persiapan jangka pendek,
mencakup persiapan teknis upacara dan
perhelatan pernikahan, semua persiapan pernikahan perlu di persiapkan dengan
baik kaena Keluarga
Kristen sesungguhnya menerima
dan menjadi pewarta
kabar gembira. Hal itu dapat
dimulai sejak saat persiapan pernikahan,
sebagai suatu perjalanan iman, suatu
kesempatan dan peluang dimana para calon pengantin semakin
memperdalam imannya dan dengan bebas menerima panggilan Kristus untuk
mengikuti-Nya dalam hidup berkeluarga.
3. Pernikahan dalam Perspektif Kristen.
Pernikahan mula-mula berasal dari ide atau inisiatif Allah.
Tuhan yang menciptakan laki-laki yakni Adam dan melihat tidak baik manusia itu
seorang diri saja. Kemudian Tuhan ingin Adam mempunyai seorang penolong, maka
didatangkan segala ciptaanNya yang lain kepada Adam supaya Adam menamainya,
Namun Adam tidak menemukan seorang penolong yang sepadan dengan dia. Lalu Tuhan
membuat Adam tertidur dan menciptakan seorang wanita dari tulang rusuknya yang
diberi nama Hawa (Kejadian 2:18-25). ini artinya bahwa Pernikahan
adalah karunia, sehingga suami dan isteri dapat saling menghibur dan saling
menolong satu dengan lain, hidup setia bersama dalam kekurangan dan kekayaaan,
dalam suka dan duka. Ia adalah karunia, sehingga dengan kesenangan dan
kelembuatan mereka dapat saling mengenal dalam kasih, dan melalui hubungan
tubuh mereka dapatmenguatkan hati dan hidup mereka. Ia adalah karunia, sehingga
dapat mempunyai anak – anak atau pun tidak dan diberkati dalam membesarkan
mereka. dan pernikahan adalah karya dan
anugrah Allah kepada manusia, yaitu dipersatuankannya antara manusia laki –
laki dan manusia perempuan seumur hidupnya untuk memenuhi kebutuhan hidup
manusia itu sendiri supaya melalui hidup manusia, Tuhan dipermuliakan. Jadi Pernikahan Kristen adalah suatu
persekutuan hidup antara laki-laki dan
perempuan karena mereka saling
mencintai, dan ingin membentuk suatu kehidupan bersama secara tetap, memiliki
tujuan yang sama yakni ingin saling
membahagiakan dan kalau diperkenankan
Tuhan memiliki keturunan.
4. Hakikat Pernikahan Kristen
Hakekat
sebuah pernikahan dan tujuan
hidup kita sebagai manusia
adalah untuk mencapai suatu kebahagiaan
dan kesejahteraan. pada
hakekatnya Pernikahan Kristen adalah suatu persekutuan hidup antara laki-laki dan perempuan karena mereka saling mencintai, dan ingin
membentuk suatu kehidupan bersama secara tetap, memiliki tujuan yang sama yakni
ingin saling membahagiakan dan kalau diperkenankan Tuhan memiliki
keturunan . Sesungguhnya pernikahan bukanlah masalah dua orang saja yang
menikah, namun juga menjadi masalah agama dan keluarga besar, Pernikahan Kristen
merupakan pernikahan yang eksklusif dan
unik, untuk hidup dalam kesetiaan
sepenuhnya antara laki-laki dan perempuan sesuai dengan rencana Allah Sang
Pencipta karena Tuhan menciptakan manusia menurut citra-Nya, Ia memanggil
manusia untuk saling mengasihi sekaligus
untuk mengasihi Allah.
Itulah hakikat pernikahan Kristen yaitu cinta
kasih. Tuhan memberikan kodrat manusiawi kepada laki-laki dan perempuan,
dan memanggilnya untuk saling
mengasihi dan bertanggung jawab dalam
hidup dan persekutuan.
Satu-satunya “lingkungan” yang memungkinkan penyerahan diri dalam arti
sepenuhnya ialah pernikahan, dimana
disitu ada perjanjian cinta kasih antara suami istri yang dipilih secara sadar
yang saling mencintai,saling mengasihi, saling melayani dan hidup bersama
sampai maut yang memisahkan.
5.
Tujuan
Pernikahan Kristen
Tujuan
pernikahan Kristen antara lain:
a. Suatu
pernikahan merupakan peraturan
yang ditetapkan oleh
Tuhan.
Pernikahan
merupakan tata tertib yang suci yang ditetapkan oleh Allah sejak penciptaan
manusia. Sebagaimana yang tertera dalam Kejadian 2:24 :“. . . Sebab itu seorang laki-laki akan
meninggalkan ayahnya dan ibunya dan bersatu dengan istrinya, sehingga keduanya menjadi satu daging”.
b. Cinta kasih Tuhan Yesus Kristus menjadi dasar
pernikahan Kristen (band: Yoh.15:9-17 dan Ef. 5:22-33). Yang menjadi dasar dari kehidupan pernikahan dan keluarga adalah
cinta kasih Tuhan Yesus
Kristus kepada gereja-Nya.
Suami dan istrI panggil untuk saling mencintai secara timbal balik,
secara total dan menyeluruh, kemauan untuk saling memberi dan menerima.
c. Untuk saling membahagiakan dan mencapai
kesejahteraan hidup. Oleh karena itu, kedua belah pihak baik istri maupun suami
mempunyai tanggung jawab dan memberi
sumbangan yang bermakna untuk
mewujudkan kesejahteraan dan kebahagiaan
suami istri.
d. Dalam pernikahan dengan perspektif Kristen,
nikah dipandang sebagai suatu peraturan
monogami. Karena monogami merupakan suatu refleksi dari kasih agape,
yaitu kasih yang saling melayani, saling mengasihi tanpa pamrih. Monogami artinya seorang suami
hanya boleh memiliki seorang istri demikian juga seoarang suami hanya boleh
memiliki seorang suami. dan pernikahan Kristen hanya maut yang memisahkan.
E.
Metode
Pembelajaran
Model Pembelajaran : Discovery
Learning
Metode :
Tanya jawab, diskusi, ceramah
F.
Media
Pembelajaran
Media :
·
Worksheet atau lembar kerja (siswa)
·
Lembar penilaian
·
LCD Proyektor / Slide PPT
Alat/Bahan :
·
Penggaris, spidol, papan tulis
·
Laptop & infocus
G. Sumber Belajar
·
Buku Pendidikan Agama Kristen Siswa Kelas XI,
Kemendikbud, Tahun 2016
·
Buku refensi yang relevan, Pendidikan Agama Kristen
& Budi Pekerti ( Hidup Dalam Kristus ) Pengarang Yethie Bessie, S.Th &
Nofedin Waruwu, M.Pd
·
Alkitab
·
Lingkungan setempat
·
Internet
·
Buku Rohani Indah Pernikahan Kristen, Pengarang
Sutjipto Subeno
H.
Langkah-Langkah Pembelajaran
|
1 . Pertemuan Pertama (3 x 45 Menit) |
|||||||||||||||
|
Kegiatan Pendahuluan (15 Menit) |
|||||||||||||||
|
Guru : Orientasi v Melakukan
pembukaan dengan salam pembuka, memanjatkan syukur
kepada Tuhan YME dan berdoa
untuk memulai pembelajaran v Memeriksa
kehadiran peserta didik sebagai sikap disiplin v Menyiapkan
fisik dan psikis peserta didik dalam
mengawali kegiatan pembelajaran. Aperpepsi v Mengaitkan
materi/tema/kegiatan pembelajaran yang akan dilakukan dengan pengalaman
peserta didik dengan materi/tema/kegiatan sebelumnya v Mengingatkan
kembali materi prasyarat dengan bertanya. v Mengajukan
pertanyaan yang ada keterkaitannya dengan pelajaran yang akan dilakukan. Motivasi v Memberikan
gambaran tentang manfaat mempelajari pelajaran yang akan dipelajari dalam
kehidupan sehari-hari. v Apabila
materi tema/projek ini kerjakan dengan baik dan sungguh-sungguh ini
dikuasai dengan baik, maka peserta didik diharapkan dapat menjelaskan tentang
materi : Ø Pentingnya persiapan
pernikahan, Hal-hal yang perlu di persiapkan dalam pernikahan, Hakikat Pernikahan,Tujuan pernikahan Kristen v Mengajukan
pertanyaan Pemberian Acuan v Memberitahukan materi pelajaran yang akan dibahas pada
pertemuan saat itu. v Memberitahukan
tentang kompetensi dasar, indikator, pada pertemuan yang berlangsung v Menyampaikan
tujuan pembelajaran pada pertemuan yang
berlangsung v Pembagian
kelompok belajar v Menjelaskan
mekanisme pelaksanaan pengalaman belajar
sesuai dengan langkah-langkah pembelajaran. |
|||||||||||||||
|
Kegiatan Inti ( 105 Menit ) |
|||||||||||||||
|
|||||||||||||||
|
Catatan : Selama pembelajaran
pentingnya persiapan pernikahan, Hakikat
dan tujuan pernikahan Kristiani berlangsung, guru mengamati sikap siswa dalam pembelajaran yang meliputi
sikap: nasionalisme,
disiplin, rasa percaya diri, berperilaku
jujur, tangguh menghadapi masalah tanggungjawab, rasa ingin tahu, peduli
lingkungan |
|||||||||||||||
|
Kegiatan Penutup (15 Menit) |
|||||||||||||||
|
Peserta didik : v Mengagendakan
pekerjaan rumah untuk materi pelajaran pentingnya
persiapan pernikahan, Hakikat dan tujuan pernikahan Kristiani yang
baru diselesaikan. v Mengagendakan
materi atau tugas projek/produk/portofolio/unjuk kerja yang harus
mempelajarai pada pertemuan berikutnya di luar jam sekolah atau dirumah. Guru : v Memeriksa
pekerjaan siswa yang selesai langsung diperiksa untuk materi pelajaran pentingnya persiapan pernikahan, Hakikat dan tujuan
pernikahan Kristiani v Peserta
didik yang selesai mengerjakan tugas projek/produk/portofolio/unjuk
kerja dengan benar diberi paraf serta diberi nomor urut peringkat, untuk penilaian tugas
projek/produk/portofolio/unjuk kerja pada materi pelajaran pentingnya persiapan pernikahan, hal-hal yang perlu di
persiapkan dalam memasuki pernikahan,Hakikat dan tujuan pernikahan Kristiani v Memberikan
penghargaan untuk materi pelajaran pentingnya
persiapan pernikahan,hal-hal yang perlu di pesiapkan dalam memasuki pernikahan Kristen, Hakikat dan tujuan pernikahan kristiani kepada
kelompok yang memiliki kinerja dan kerjasama yang baik. |
|||||||||||||||
|
·
Guru bersama peserta didik
menyimpulkan materi ·
Guru memberikan penilaian tertulis bentuk Pilihan Ganda atau memilih jawaban yang tepat v
Guru menyampaikan rencana pembelajaran
pada pertemuan berikutnya dan berdoa
untuk menutup pelajaran. |
|
||||||||||||||
Penilaian
Proses dan Hasil Belajar
1.
Prosedur Penilaian Sikap
|
No |
Aspek
yang dinilai |
Teknik Penilaian |
Waktu
Penelaian |
|
1 |
Sikap: a. Terlibat
aktif dalam pembelajaran Pernikahan dalam perspektif Kristiani b. Bekerjasama
dalam kegiatan kelompok. c.
Toleran terhadap proses pemecahan
masalah yang berbeda dan kreatif. |
Pengamatan |
Saat kegiatan eksplorasi dan kegiatan
diskusi kelompok |
|
2 |
Pengetahuan: 1. Menjelaskan
pemahaman yang benar tentang Pernikahan dalam perspektif kristiani 2. Menjelaskan makna,tujuan,dan hakikat
pernikahan kristiani |
Tes tulis Pilihan Ganda |
Saat post test dan hasil pekerjaan
siswa |
|
3 |
Keterampilan: 1.
Membuat Kliping mengenai kehidupan
pernikahan dan berbagai masalah yang timbul dalam keluarga |
Penyelesaian Soal |
Saat post test dan
hasil pekerjaan siswa |
2.
Bentuk dan Instrumen penilaian: terlampir
3.
Pedoman penskoran: terlampir
Mengetahui: Kupang,03 N0vember
2020
Plt.Kepala SMK Negeri 1 Kupang Guru
Mata Pelajaran,
I Nengah Aditanaya, S.Pd.MM Matelda
Riwu Rohi,S.Pd.
Nip. 19691211 199202 1 003 Nip. 19821009 201001 2 030
PENILAIAN PENGETAHUAN
Tes Tertulis, bentuk soal pilihan ganda
Mata Pelajaran : Agama Kristen
Kelas/Semester : XI/1
Topik :
Pernikahan dalam perspektif pernikahan kristiani
Sub Topik :
Pentingnya persiapan pernikaahan,hakikat dan tujuan pernikahan kristen
Tahun
Pelajaran : 2020/2021
Pilihlah jawaban yang paling tepat dan paling benar!!!!!
1.
Dalam menjalin
hubungan pernikahan haruslah mengerti hakikat pernikahan yang sesungguhnya. Pilih
pengertian hakikat penikahan yang menurut kalian paling benar dan tepat…...
a. suatu persekutuan hidup
antara laki-laki dan perempuan karena mereka saling mencintai dan ingin
membentuk suatu kehidupan bersama secara tetap, memiliki tujuan yang sama yakni
ingin saling membahagiakan.
b. Pernikahan adalah sarana
untuk menyatakan cinta kasih dalam proses memperoleh anak dengan cara yang
benar
c. Pernikahan adalah cara
untuk mempersatukan dua orang yang saling mencintai secara sah menurut ajaran
agama dan negara
d. Pernikahan adalah tahap
berikutnya setelah berpacaran
e. Pernikahan adalah status
keluarga yang diakui pemerintah
2.
Dalam pernikahan dengan perspektif Kristiani,
pernikahan dipandang sebagai suatu peraturan monogami. Karena monogami
merupakan suatu refleksi dari kasih....
a. Eros
b. Storge
c. Filia
d. Agape
e. Armania
3.
Perselingkuhan dalam suatu pernikahan yang suci haruslah dihindari,
alasannya ialah dapat mengakibatkan terjadinya......
a.
Kehancuran dalam bahtera keluarga
b.
Keretakan dalam komunikasi keluarga
c.
Komunikasi tidak berjalan lancar.
d.
Rasa kepedulian pada pengasuhan anak
e. Niat hati dalam kepemilikan akan harta
4.
Untuk membentuk sebuah keluarga, seseorang harus siap secara
"fisik" artinya....
a.
Bertanggung jawab menjalani kehidupan keluarganya
b.
Rupa-rupa dalam kebimbangan perkawinan
c.
Keduanya minimal mencapai umur 20 dan 24 tahun
d.
Sesuai dengan undang-undang perkawinan
e.Sudah
dewasa memenuhi persyaratan menikah
5. Dalam pernikahan dengan perspektif kristen, nikah di pandang sebagai suatu
peraturan monogami. Monogami artinya….
a.
seorang suami hanya di perbolehkan memiliki seorang istri dan seorang istri hanya boleh memiliki
seorang suami
b.
bersaksi
c.
bersekutu
d.
melayani
e. Logos
Kunci Dan Pedoman Penskoran
|
No. |
Kunci |
Aspek |
Skor |
|
1 |
a.suatu persekutuan hidup |
Pengetahuan |
10 |
|
2 |
d. Agape |
Pengetahuan |
10 |
|
3 |
a.Kehancuran dalam
bahtera rumah tangga |
Pengetahuan |
10 |
|
4 |
a.bertanggung jawab dalam menjalani
kehidupan keluarga |
Pengetahuan |
10 |
|
5 |
a. |
Pengetahuan |
10 |
i.
Nilai Pengetahuan =
Pedoman Penskoran
|
|
R u b
r I k |
skor |
|
1. |
Siswa dapat menyebutkan jawaban dengan baik dan benar. |
1 |
|
2. |
Siswa
menyebutkan jawaban salah |
0 |
|
|
|
|
|
|
Skor Maksimum |
|
Nilai =
total
skor
perolehan
𝑥 100
Penilaian Ketrampilan
Satuan Pendidikan : SMK
N. 1. KUPANG
Mata Pelajaran : Pendidikan Agama Kristen
& Budi Pekerti
Kelas /Semester :
XI /Ganjil
Tahun Pelajaran : 2020 / 2021
Tugas
Siswa di minta Membuat Kliping mengenai kehidupan
pernikahan dan berbagai masalah yang timbul dalam keluarga kemudian di analisis
dan di kumpulkan pada pertemuan berikutnya,
Rubrik dan Kriteria Penilaian Kliping
Tugas
ke :
Date
line :
Nama
:
Kelas :
Hari/
Tanggal kumpul :
Topik :
Nilai :
|
Aspek yang di nilai (isi makalah)
30 % |
Skor |
|
•
Kliping dibuat sangat sesuai dengan topik yang diberikan. Ana lisa dan penjabaran yang jelas dan detail |
20-30 |
|
•
Kliping yang dibuat cukup sesuai topik. Analisa dan penjabaran cukup kaya dan detail |
10-19 |
|
•
Kliping yang dibuat kurang sesuai dengan topik. Analisa dan pen jabaran sangat sederhana dan terbatas |
5-9 |
|
Kelengakapan bahan (25%) |
|
|
•
Kliping dilengkapi dengan gambar dan penjelasan yang mendu kung identits sumber tercantum |
15-25 |
|
•
Kliping cukup dilengkapi dengan gambar dan penjelasan. Identi tas sumber beberapa tercantum |
8-14 |
|
•
Kliping kurang dilengkapi gambar dan penjelasan lainnya. Identi tas sumber tidak tercantum |
3-7 |
|
Kerapihan dan bentuk (25 %) |
|
|
•
Kliping disajikan sangat rapi,
teratur/sistematis dan penuh dengan kreativitas (penataan bidang tempel, pewarnaan, pemakaian besar
dan bentuk huruf yang kreatif) |
15-25 |
|
•
Kliping disajikan cukup rapi, teratur/sistematis. Kreatifitas cukup baik |
8-14 |
|
•
Kliping disajikan kurang rapi dan kurang menarik, tidak sistema tis/ teratur, kurang kreatif |
3-7 |
|
Ketepatan Waktu (20%) |
|
|
•
Kliping dikumpulkan tepat pada waktu yang ditentukan |
20 |
|
•
Kliping dikumpulkan tidak lebih dari 1 minggu setelah batas waktu |
10-15 |
|
•
Kliping dikumpulkan lewat dari batas tenggang waktu bahkan menjelang akhir penginputan nilai. |
3-9 |
|
|
|
|
Total Nilai ( jumlah) |
100 |
PROGRAM PERBAIKAN DAN PENGAYAAN
Sekolah :
SMK N. 1 Kupang
Mata Pelajaran : Agama dan Budi Pekerti
Kompetensi
Dasar : Menganalisis pentingnya
nilai-nilai kristiani dalam kehidupan pernikahan dan keluarga
Kelas/Semester : XI / 1
Tahun Pelajaran : 2020 /2021
1.
Program
Perbaikan
1.1. Sasaran Perbaikan: Siswa yang
memperoleh nilai kurang dari
1.2. Bentuk perbaikan: Tes perbaikan
1.3. Jenis perbaikan : Individual
1.4. Materi Pokok : Pernikahan dalam perspektif
kristiani
1.5. Proses perbaikan : Peserta didik diberikan kesempatan belajar
dibawah bimbingan guru dalam satu kelompok.
1.6. Pelaksanaan :
1.6.1. Hari/ Tanggal : …………………………..........
1.6.2. Waktu : ………………….……….........
1.6.3. Hasil : ………………….................
2.
Program
Pengayaan
2.1. Sasaran Pengayaan : Siswa yang memperoleh nilai lebih dari
2.2. Bentuk Pengayaan : Pemberian Materi Tambahan
2.3. Jenis Pengayaan : Individual
2.4. Materi Pokok : Pernikahan dalam perspektif kristiani
2.5. Pelaksanaan
2.5.1. Hari/
Tanggal : …………………………………………...
2.5.2. Waktu : …………………………………………....
2.5.3. Hasil : …………………………………………....
LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK
Mata Pelajaran : PAK & BUDI PEKERTI
Kelas/Semester : XI/1
Topik : Pernikahan Dalam
Perspektif Kristiani
Sub Topik :
Pernikahan Dalam Perpektif Kristiani
Tahun Pelajaran : 2020/2021
Nama Siswa :
Kelas :
Tujuan Pembelajaran
·
Menjelaskan Pentingnya persiapan pernikahan dan hal-hal yang perlu di
persiapkan dalam pernikahan.
·
Menjelaskan Hakikat pernikahan kristen.
·
Menjelaskan tujuan dan dasar pernikahan Kristiani
Petunjuk / Langkah-langkah
1.
Pelajari Lembar Kerja Siswa tentang Pernikahan
Dalam Perspektif Kristiani berikut dengan berdiskusi dengan teman-temanmu satu kelompok!
2.
Selesaikan setiap masalah dengan menyertai langkah-langkah penyelesaian !
3.
Setelah selesai, salah satu kelompok akan diminta
mempresentasikan hasil diskusi kelompok
1.
Diskusikanlah, menurut kalian mengapa pernikahan kristen
perlu di persiapkan dengan baik.
.............................................................................................................................
2.
Menurut pendapat kalian, Hal-hal apa saja yang perlu di
pahami dalam persiapan pernikahan kristen?
..............................................................................................................................
3. Jelaskan
menurut pendapat kalian apakah yang di maksud dengan pernikahan kristen?
..............................................................................................................................
4. Jelaskan apa yang menjadi hakikat pernikahan
Kristen?
………………………………………………………………….
5. Jelaskan
tujuan dari pernikahan dari suatu pernikahan kristen ?
............................................................................................................................
Selamat belajar dan berdiskusi, tetap Semangat. Tuhan Yesus Memberkati.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar