Selasa, 03 November 2020

RPP PEMBELAJARAN PAK & BP KELAS XI SMK, SEMESTER 1

RPP Adalah Rencana Pelaksanaan tatap muka untuk satu kali pertemuan atau lebih. RPP di buat oleh guru untuk membantunya dalam mengajar agar sesuai dengan Standar Kompetensi dan Kompetensi dasar pada hari tersebut, untuk lebih jelas mengenai RPP Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti Kelas XI  semester 1, Silakan perhatikan contoh RPP berikut ini.

  

TUGAS RPP 3, PPL 2, Matelda Riwu Rohi, S.Pd

 

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN

(RPP) 3

                                                 

Sekolah                       : SMK NEGERI 1 KUPANG

Mata Pelajaran           : Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti

Kelas/Semester           : XI / Ganjil

Tema                           : Keluarga dan Pernikahan Kristen

Materi Pokok              : Pernikahan Dalam Perspektif Kristiani

Alokasi Waktu           :  3 Jam Pelajaran @45 Menit

 

A.   Kompetensi Inti

·        KI-1:Menghayati dan mengamalkan ajaran agama yang dianutnya.

·        KI-2: Menghayati dan mengamalkan perilaku jujur, disiplin, santun, peduli (gotong royong, kerjasama, toleran, damai), bertanggung jawab, responsif, dan pro-aktif dalam berinteraksi secara efektif sesuai dengan perkembangan anak di lingkungan, keluarga, sekolah, masyarakat dan lingkungan alam sekitar, bangsa, negara, kawasan regional, dan kawasan internasional”.

·        KI 3: Memahami, menerapkan, dan menganalisis pengetahuan faktual, konseptual, prosedural, dan metakognitif berdasarkan rasa ingin tahunya tentang ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya, dan humaniora dengan wawasan kemanusiaan, kebangsaan, kenegaraan, dan peradaban terkait penyebab fenomena dan kejadian, serta menerapkan pengetahuan prosedural pada bidang kajian yang spesifik sesuai dengan bakat dan minatnya untuk memecahkan masalah

·        KI4: Mengolah, menalar, dan menyaji dalam ranah konkret dan ranah abstrak terkait dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah secara mandiri, bertindak secara efektif dan kreatif, serta mampu menggunakan metode sesuai kaidah keilmuan

 

B.   Kompetensi Dasar dan Indikator Pencapaian Kompetensi

 Kompetensi Dasar

Indikator

3.2     Menganalisis pentingnya nilai-nilai Kristiani dalam kehidupan keluarga dan pernikahan

 

·    Menjelaskan Penting persiapan pernikahan Kristiani.

·    Menjelaskan hal-hal yang perlu di persiapkan dalam memasuki pernikahan kristen

·    Menjelaskan Pengertian Pernikahan dalam perspektif Kristiani

·    Menjelaskan Hakekat Pernikahan Kristen

·    Menjelaskan Tujuan Pernikahan Kristiani

 

4.2     Membuat karya yang berkaitan dengan nilai-nilai Kristiani dalam kehidupan keluarga dan pernikahan

 

·    Membuat kliping mengenai kehidupan perkawinan dan berbagai masalah yang timbul kemudian memberikan analisis dan jalan keluar dari masalah yang timbul

 

C.   Tujuan Pembelajaran

Setelah mengikuti proses pembelajaran, peserta didik diharapkan dapat:

·        Menjelaskan Pentingnya persiapan  pernikahan

·        Menjelaskan  hal-hal yang perlu di persiapkan dalam pernikahan.

·        Menjelaskan Pengertian Pernikahan dalam perspektif Kristiani

·        Menjelaskan Hakikat dari Pernikahan Kristen

·        Menjelaskan tujuan  pernikahan Kristen  

 

D.   Materi Pembelajaran

Ø Pernikahan Kristen

·        Pentingnya persiapan pernikahan

·        Hal-hal yang perlu di Persiapkan dalam persiapan pernikahan kristen

·        Pengertian Pernikahan dalam perspektif Kristiani

·        Hakekat Pernikahan Kristen

·        Tujuan Pernikahan Kristen

 

BAHAN AJAR

 

MATERI POKOK : PERNIKAHAN DALAM PERSPEKTIF KRISTIANI

 

POKOK BAHASAN : Pentingnya Persiapan Pernikahan, Hal-hal yang perlu dipersiapkan dalam pernikahan Kristen,  Pernikahan Kristen, Hakikat Pernikahan, Tujuan pernikahan Kristen.

 

1.     Pentingnya Persiapan Pernikahan kristiani

Mengapa  mempersiapkan  suatu pernikahan  kristiani itu dianggap penting? Hal itu sangat penting terutama bagi pasangan yang akan melangsungkan pernikahan. Di samping   itu juga penting bagi gereja supaya citra gereja sebagai keluarga Allah, di mana para warganya terdiri dari keluarga-keluarga Kristen dapat dijaga, dan kehendak Allah dapat   diterapkan karena banyak tantangan baik dalam kehidupan pernikahan, keluarga maupun di dalam gereja yang harus dihadapi.

 Pernikahan Kristen perlu dipersiapkan dengan baik  agar dapat memiliki pernikahan yang baik  dan Memiliki kehidupan Keluarga yang berkenan kepada Tuhan karena keluarga yang di bentuk melalui pernikahan akan menjadi keluarga Kristen, karena  keluarga Kristen dipanggil untuk menjadi suatu komunitas  yang  mewartakan kabar baik atau Injil. Keluarga Kristen, seharusnya menjadi  tempat  dimana  Injil  ditaburkan  dan  selanjutnya  diwartakan  keluar. Dengan  demikian,  setiap  anggota   keluarga  Kristen, baik  bapak,  ibu  maupun anak-anak menjadi penerima sekaligus menjadi pewarta Injil. Dengan  demikian, para orang tua tidak hanya mewartakan Injil kepada anak-anak-Nya, namun juga seharusnya terbuka untuk menerima Injil dari mereka.

 

2.     Hal yang perlu dipahami dalam persiapan pernikahan Kristen, sebagai berikut.

a.     Pentingnya   suatu   pemahaman   yang   benar   tentang   pernikahan   Kristen.

b.     Pemuda dan pemudi Kristen perlu sungguh-sungguh mengerti hakikat suatu pernikahan Kristen sebagai lembaga yang dikuduskan Tuhan.

c.      Perlunya persiapan yang memadai. Persiapan suatu pernikahan Kristen adalah hal yang  dibutuhkan  oleh calon pasangan  yang  akan menikah, agar mereka dapat mengalami suatu pernikahan yang bahagia dan tercapainya keselamatan di dalam Tuhan.

d.     Secara  teknis,  persiapan  pernikahan  Kristen  dapat  dibagi  menjadi  dua  (2) bagian,  yaitu persiapan  jangka  panjang  dan dan persiapan  jangka  pendek. Yang pertama, persiapan jangka panjang, mencakup pemberian pemahaman  sekaligus  bekal bagi  kehidupan  keluarga  Kristen.Biasanya hal ini kita sebut sebagai “Katekisasi Pernikahan”, dimana calon pasangan  suami dan istri perlu mengenal dasar-dasar teologi pernikahan dan keluarga Krisen, etika, ekonomi keluarga, memahami pasangan, peran seksualitas, dinamika relasi keluarga dan ha;l-hal lain yang dianggap penting. Waktu yang dialokasikan biasanya sekitar enam (6) bulan. Yang  kedua, persiapan jangka pendek, mencakup  persiapan teknis upacara dan perhelatan pernikahan, semua persiapan pernikahan perlu di persiapkan dengan baik  kaena  Keluarga   Kristen   sesungguhnya  menerima   dan   menjadi   pewarta   kabar gembira.  Hal itu dapat dimulai  sejak saat persiapan pernikahan, sebagai  suatu perjalanan iman, suatu kesempatan  dan peluang  dimana para calon pengantin semakin memperdalam imannya dan dengan bebas menerima panggilan Kristus untuk mengikuti-Nya dalam hidup berkeluarga.

 

3.     Pernikahan dalam Perspektif Kristen.

Pernikahan mula-mula berasal dari ide atau inisiatif Allah. Tuhan yang menciptakan laki-laki yakni Adam dan melihat tidak baik manusia itu seorang diri saja. Kemudian Tuhan ingin Adam mempunyai seorang penolong, maka didatangkan segala ciptaanNya yang lain kepada Adam supaya Adam menamainya, Namun Adam tidak menemukan seorang penolong yang sepadan dengan dia. Lalu Tuhan membuat Adam tertidur dan menciptakan seorang wanita dari tulang rusuknya yang diberi nama Hawa (Kejadian 2:18-25). ini artinya  bahwa  Pernikahan adalah karunia, sehingga suami dan isteri dapat saling menghibur dan saling menolong satu dengan lain, hidup setia bersama dalam kekurangan dan kekayaaan, dalam suka dan duka. Ia adalah karunia, sehingga dengan kesenangan dan kelembuatan mereka dapat saling mengenal dalam kasih, dan melalui hubungan tubuh mereka dapatmenguatkan hati dan hidup mereka. Ia adalah karunia, sehingga dapat mempunyai anak – anak atau pun tidak dan diberkati dalam membesarkan mereka. dan  pernikahan adalah karya dan anugrah Allah kepada manusia, yaitu dipersatuankannya antara manusia laki – laki dan manusia perempuan seumur hidupnya untuk memenuhi kebutuhan hidup manusia itu sendiri supaya melalui hidup manusia, Tuhan dipermuliakan.  Jadi Pernikahan  Kristen adalah suatu persekutuan hidup  antara laki-laki dan perempuan  karena mereka saling mencintai, dan ingin membentuk suatu kehidupan bersama secara tetap, memiliki tujuan yang sama yakni ingin  saling membahagiakan  dan kalau diperkenankan Tuhan memiliki keturunan.

4.     Hakikat Pernikahan Kristen

Hakekat sebuah pernikahan  dan   tujuan  hidup  kita sebagai  manusia  adalah  untuk  mencapai suatu  kebahagiaan   dan    kesejahteraan. pada hakekatnya Pernikahan  Kristen   adalah suatu persekutuan hidup  antara laki-laki dan perempuan  karena mereka saling mencintai, dan ingin membentuk suatu kehidupan bersama secara tetap, memiliki tujuan yang sama yakni ingin  saling membahagiakan  dan kalau diperkenankan Tuhan memiliki keturunan . Sesungguhnya pernikahan bukanlah masalah dua orang saja yang menikah, namun juga menjadi masalah agama dan keluarga besar, Pernikahan Kristen merupakan pernikahan  yang eksklusif dan unik, untuk hidup  dalam kesetiaan sepenuhnya antara laki-laki dan perempuan sesuai dengan rencana Allah Sang Pencipta karena Tuhan menciptakan manusia menurut citra-Nya, Ia memanggil manusia untuk saling  mengasihi  sekaligus  untuk  mengasihi  Allah.  Itulah  hakikat  pernikahan Kristen yaitu  cinta  kasih. Tuhan memberikan kodrat manusiawi kepada laki-laki dan perempuan, dan memanggilnya  untuk  saling  mengasihi  dan  bertanggung jawab  dalam  hidup dan  persekutuan. Satu-satunya “lingkungan”  yang  memungkinkan penyerahan diri dalam arti sepenuhnya  ialah pernikahan, dimana disitu ada perjanjian cinta kasih antara suami istri yang dipilih secara sadar yang saling mencintai,saling mengasihi, saling melayani dan hidup bersama sampai maut yang memisahkan.

 

5.     Tujuan  Pernikahan Kristen

 

Tujuan  pernikahan Kristen antara lain:

a.     Suatu   pernikahan   merupakan   peraturan   yang   ditetapkan   oleh   Tuhan.

Pernikahan merupakan tata tertib yang suci yang ditetapkan oleh Allah sejak penciptaan manusia. Sebagaimana yang tertera dalam Kejadian 2:24  :“. . . Sebab itu seorang laki-laki akan meninggalkan ayahnya dan ibunya dan bersatu dengan istrinya, sehingga  keduanya menjadi satu daging”.

b.     Cinta kasih Tuhan Yesus Kristus menjadi dasar pernikahan Kristen (band: Yoh.15:9-17 dan Ef. 5:22-33). Yang  menjadi dasar dari kehidupan  pernikahan dan keluarga  adalah  cinta  kasih Tuhan  Yesus  Kristus  kepada  gereja-Nya.  Suami dan istrI panggil untuk saling mencintai secara timbal balik, secara total dan menyeluruh, kemauan untuk saling memberi dan menerima.

c.      Untuk saling membahagiakan dan mencapai kesejahteraan hidup. Oleh karena itu, kedua belah pihak baik istri maupun suami mempunyai  tanggung jawab dan memberi sumbangan  yang bermakna untuk mewujudkan  kesejahteraan dan kebahagiaan suami istri.

d.     Dalam pernikahan dengan perspektif Kristen, nikah dipandang  sebagai suatu peraturan monogami.  Karena monogami  merupakan suatu refleksi dari kasih agape, yaitu kasih yang saling melayani, saling mengasihi  tanpa pamrih. Monogami artinya seorang suami hanya boleh memiliki seorang istri demikian juga seoarang suami hanya boleh memiliki seorang suami. dan pernikahan Kristen hanya maut yang memisahkan.

 

E.   Metode Pembelajaran

Model Pembelajaran : Discovery Learning

Metode            : Tanya jawab, diskusi, ceramah

 

F.    Media Pembelajaran

Media :

·        Worksheet atau lembar kerja (siswa)

·        Lembar penilaian

·        LCD Proyektor / Slide PPT

Alat/Bahan :

·        Penggaris, spidol, papan tulis

·        Laptop & infocus

 

G.  Sumber Belajar

·        Buku Pendidikan Agama Kristen Siswa Kelas XI, Kemendikbud, Tahun 2016

·        Buku refensi yang relevan, Pendidikan Agama Kristen & Budi Pekerti ( Hidup Dalam Kristus ) Pengarang Yethie Bessie, S.Th & Nofedin Waruwu, M.Pd

·        Alkitab

·        Lingkungan setempat

·        Internet

·        Buku Rohani Indah Pernikahan Kristen, Pengarang Sutjipto Subeno

 

H.    Langkah-Langkah Pembelajaran

1 . Pertemuan Pertama (3 x 45 Menit)

Kegiatan Pendahuluan (15 Menit)

Guru :

Orientasi 

v Melakukan pembukaan dengan salam pembuka, memanjatkan syukur kepada Tuhan YME dan berdoa  untuk  memulai pembelajaran

v Memeriksa kehadiran peserta didik sebagai sikap disiplin

v Menyiapkan fisik dan psikis peserta didik  dalam mengawali kegiatan pembelajaran.

Aperpepsi

v Mengaitkan materi/tema/kegiatan pembelajaran yang akan dilakukan dengan pengalaman peserta didik dengan materi/tema/kegiatan sebelumnya

v Mengingatkan kembali materi prasyarat dengan bertanya.

v Mengajukan pertanyaan yang ada keterkaitannya dengan pelajaran yang akan dilakukan.

Motivasi

v Memberikan gambaran tentang manfaat mempelajari pelajaran yang akan dipelajari dalam kehidupan sehari-hari.

v Apabila materi tema/projek ini kerjakan  dengan baik dan sungguh-sungguh ini dikuasai dengan baik, maka peserta didik diharapkan dapat menjelaskan tentang materi :

Ø Pentingnya persiapan pernikahan, Hal-hal yang perlu di persiapkan dalam pernikahan, Hakikat Pernikahan,Tujuan  pernikahan Kristen

v Mengajukan pertanyaan

Pemberian Acuan

v Memberitahukan  materi pelajaran yang akan dibahas pada pertemuan saat itu.

v Memberitahukan tentang  kompetensi dasar, indikator,  pada pertemuan yang  berlangsung

v Menyampaikan tujuan pembelajaran pada pertemuan yang  berlangsung

v Pembagian kelompok belajar

v Menjelaskan mekanisme pelaksanaan pengalaman belajar  sesuai dengan langkah-langkah pembelajaran.

Kegiatan Inti ( 105 Menit )

Sintak Model Pembelajaran

Kegiatan Pembelajaran

Stimulation

(stimullasi/

pemberian

rangsangan)

KEGIATAN LITERASI

Peserta didik diberi motivasi atau rangsangan untuk memusatkan perhatian pada topik materi pentingnya persiapan pernikahan, Hal- hal yang perlu di persiapkan dalam pernikahan, Hakikat ,Tujuan  pernikahan Kristen dengan cara :

v Melihat (tanpa atau dengan Alat)

Menonton video yang relevan. link https://sulsel.idntimes.com/hype/entertainment/stella/artis-indonesia-yang-memutuskan-pindah-agama-kristen-regional-sulsel/8 video  artis Kristen yang pindah agama dan bercerai

v Mengamati

Ø Lembar kerja siswa  materi pentingnya persiapan pernikahan,  hal-hal yang perlu di persiapkan dalam pernikahan Kristen, hakikat dan tujuan pernikahan kristen

Ø Pemberian contoh-contoh materi , Pentingnya persiapan pernikahan, Hakikat ,Tujuan, pernikahan Kristen untuk dapat dikembangkan peserta didik, dari media interaktif, dsb

v Membaca.

Ø Kegiatan literasi ini dilakukan di rumah dan di sekolah dengan membaca materi dari buku paket  PAK DAN BP Kls XI, SMK, Bab 5. hal 40 – 45 tentang pernikahan kristiani dan  buku-buku penunjang lain, dan mencari dari internet/materi yang berhubungan dengan materi Pentingnya persiapan pernikahan,hal-hal yang perlu di persiapkan dalam pernikahan, Hakikat ,Tujuan pernikahan Kristen.

Menulis

Menulis resume dari hasil pengamatan dan bacaan terkait materi persiapan pernikahan, Hakikat ,Tujuan pernikahan Kristen

 Mendengar

Pemberian materi pentingnya persiapan  pernikahan Kristiani,hakikat,Tujuan pernikahan kristen oleh guru.

v Menyimak

Penjelasan pengantar kegiatan secara garis besar/global tentang materi pelajaran mengenai materi :

Ø pentingnya persiapan pernikahan, hakikat, tujuan   pernikahan kristiani

untuk melatih rasa syukur, kesungguhan dan kedisiplinan, ketelitian, mencari informasi.

Problem

statemen

(pertanyaan/

identifikasi

masalah)

CRITICAL THINKING (BERPIKIR KRITIK)

Guru memberikan kesempatan pada peserta didik untuk mengidentifikasi sebanyak mungkin pertanyaan yang berkaitan dengan gambar yang disajikan dan akan dijawab melalui kegiatan belajar, contohnya :

v Mengajukan pertanyaan tentang materi :

Ø Pentingnya prsiapan pernikahan kristiani,hal-yang perlu di persiapkan dalam pernikahan, hakikat dan Tujuan pernikahan kristen

yang tidak dipahami dari apa yang diamati atau pertanyaan untuk mendapatkan informasi tambahan tentang apa yang diamati (dimulai dari pertanyaan faktual sampai ke pertanyaan yang bersifat hipotetik) untuk mengembangkan kreativitas, rasa ingin tahu, kemampuan merumuskan pertanyaan untuk membentuk pikiran kritis yang perlu untuk hidup cerdas dan belajar sepanjang hayat.

Data

collection

(pengumpulan

data)

KEGIATAN LITERASI

Peserta didik mengumpulkan informasi yang relevan untuk menjawab pertanyan yang telah diidentifikasi melalui kegiatan:

v Mengamati obyek/kejadian

Mengamati dengan seksama materi pentingnya persiapan pernikahan, hal-hal yang perlu di persiapkan dalam pernikahan, hakikat dan Tujuan pernikahan kristen yang sedang dipelajari yang disajikan dan mencoba menginterprestasikannya.

v Membaca sumber lain selain buku paket

Secara disiplin melakukan kegiatan literasi dengan mencari dan membaca berbagai referensi dari berbagai sumber guna menambah pengetahuan dan pemahaman tentang materi yang sedang dipelajari.

v Aktivitas

Menyusun daftar pertanyaan atas hal-hal yang belum dapat dipahami dari kegiatan mengamati dan membaca yang akan diajukan kepada guru berkaitan dengan materi tentang

pentingnya persiapan pernikahan, hakikat dan Tujuan pernikahan Kristen yang sedang dipelajari.

v Wawancara/tanya jawab dengan nara sumber

Mengajukan pertanyaan berkaiatan dengan materi pentingnya persiapan pernikahan, hakikat dan Tujuan pernikahan Kristen yang telah disusun dalam daftar pertanyaan kepada guru.

COLLABORATION (KERJASAMA)

Peserta didik dibentuk dalam beberapa kelompok untuk:

v Mendiskusikan

Peserta didik dan guru secara bersama-sama membahas  materi mengenai pentingnya persiapan pernikahan, hakikat dan Tujuan pernikahan Kristen

v Mengumpulkan informasi

Mencatat semua informasi tentang materi pentingnya persiapan pernikahan, hakikat dan Tujuan pernikahan Kristen yang telah diperoleh pada buku catatan dengan tulisan yang rapi dan menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar.

v Mempresentasikan ulang

Peserta didik mengkomunikasikan secara lisan atau mempresentasikan materi dengan rasa  materi pentingnya persiapan pernikahan, hal-hal yang perlu di persiapkan dalam pernikahan, hakikat dan Tujuan pernikahan Kristiani sesuai dengan pemahamannya.

v Saling tukar informasi tentang materi :

Ø materi pentingnya persiapan pernikahan, Hal-hal yang perlu di persiapkan dalam pernikahan,Hakikat dan tujuan pernikahan Kristiani

dengan ditanggapi aktif oleh peserta didik dari kelompok lainnya sehingga diperoleh sebuah pengetahuan baru yang dapat dijadikan sebagai bahan diskusi kelompok kemudian, dengan menggunakan metode ilmiah yang terdapat pada buku pegangan peserta didik atau pada lembar kerja yang disediakan dengan cermat untuk mengembangkan sikap teliti, jujur, sopan, menghargai pendapat orang lain, kemampuan berkomunikasi, menerapkan kemampuan mengumpulkan informasi melalui berbagai cara yang dipelajari, mengembangkan kebiasaan belajar dan belajar sepanjang hayat.

Data

processing

(pengolahan

Data)

COLLABORATION (KERJASAMA) dan CRITICAL THINKING (BERPIKIR KRITIK)

Peserta didik dalam kelompoknya berdiskusi mengolah data hasil pengamatan dengan cara :

v Berdiskusi tentang data dari Materi :

Ø pentingnya persiapan pernikahan,hal- yang perlu di persiapkan dalam memasuki pernikahan Kristen, Hakikat dan tujuan pernikahan Kristiani

Ø Mengolah informasi dari materi pentingnya persiapan pernikahan, Hakikat dan tujuan pernikahan Kristiani

 yang sudah dikumpulkan dari hasil kegiatan/pertemuan sebelumnya mau pun hasil dari kegiatan mengamati dan kegiatan mengumpulkan informasi yang sedang berlangsung dengan bantuan pertanyaan-pertanyaan pada lembar kerja.

v Peserta didik mengerjakan beberapa soal mengenai materi

 pentingnya persiapan pernikahan, hakikat dan Tujuan pernikahan Kristen

 

Verification

(pembuktian)

CRITICAL THINKING (BERPIKIR KRITIK)

Peserta didik mendiskusikan hasil pengamatannya dan memverifikasi hasil pengamatannya dengan data-data atau teori pada buku sumber melalui kegiatan :

v Menambah keluasan dan kedalaman sampai kepada pengolahan informasi yang bersifat mencari solusi dari berbagai sumber yang memiliki pendapat yang berbeda sampai kepada yang bertentangan untuk mengembangkan sikap jujur, teliti, disiplin, taat aturan, kerja keras, kemampuan menerapkan prosedur dan kemampuan berpikir induktif serta deduktif dalam membuktikan tentang materi :

pentingnya persiapan pernikahan, hakikat dan Tujuan pernikahan Kristen

antara lain dengan : Peserta didik dan guru secara bersama-sama membahas jawaban soal-soal yang telah dikerjakan oleh peserta didik.

Generalization

(menarik

kesimpulan)

COMMUNICATION (BERKOMUNIKASI)

Peserta didik berdiskusi untuk menyimpulkan

v Menyampaikan hasil diskusi  tentang materi pentingnya persiapan pernikahan, Hakikat dan tujuan pernikahan Kristiani berupa kesimpulan berdasarkan hasil analisis secara lisan, tertulis, atau media lainnya untuk mengembangkan sikap jujur, teliti, toleransi, kemampuan berpikir sistematis, mengungkapkan pendapat dengan sopan.

v Mempresentasikan hasil diskusi kelompok secara klasikal tentang materi

Ø pentingnya persiapan pernikahan, Hakikat dan tujuan pernikahan Kristiani

 

Ø Mengemukakan  pendapat  atas presentasi yang dilakukan tentanag materi pentingnya persiapan pernikahan, Hakikat dan tujuan pernikahan Kristiani dan ditanggapi oleh kelompok yang mempresentasikan.

v Bertanya atas presentasi tentang materi pentingnya persiapan pernikahan, Hakikat dan tujuan pernikahan Kristiani yang dilakukan dan peserta didik lain diberi kesempatan  untuk menjawabnya.

 

CREATIVITY (KREATIVITAS)

v Menyimpulkan tentang point-point penting yang muncul dalam kegiatan pembelajaran yang baru dilakukan berupa :

Laporan hasil pengamatan secara tertulis tentang materi :

Ø  pentingnya persiapan pernikahan, Hakikat dan tujuan pernikahan Kristiani

v Menjawab pertanyaan tentang materi pentingnya persiapan pernikahan, Hakikat dan tujuan pernikahan Kristiani yang terdapat pada  lembar kerja peserta didik yang telah disediakan.

v Bertanya tentang hal yang belum dipahami, atau guru melemparkan beberapa pertanyaan kepada siswa berkaitan dengan materi pentingnya persiapan pernikahan, Hakikat dan tujuan pernikahan Kristiani yang akan selesai dipelajari

v Menyelesaikan uji kompetensi untuk materi pentingnya persiapan pernikahan, Hakikat dan tujuan pernikahan Kristiani  yang sudah di siapkan oleh guru, di kerjakan secara individu untuk mengecek penguasaan siswa terhadap materi pelajaran.

Catatan : Selama pembelajaran pentingnya persiapan pernikahan, Hakikat dan tujuan pernikahan Kristiani berlangsung, guru mengamati sikap siswa dalam pembelajaran yang meliputi sikap: nasionalisme,  disiplin, rasa percaya diri, berperilaku jujur, tangguh menghadapi masalah tanggungjawab, rasa ingin tahu, peduli lingkungan

Kegiatan Penutup (15 Menit)

Peserta didik :

 

v Mengagendakan pekerjaan rumah untuk materi pelajaran pentingnya persiapan pernikahan, Hakikat dan tujuan pernikahan Kristiani yang baru diselesaikan.

v Mengagendakan materi atau tugas projek/produk/portofolio/unjuk kerja yang harus mempelajarai pada pertemuan berikutnya di luar jam sekolah atau dirumah.

Guru :

v Memeriksa pekerjaan siswa  yang selesai  langsung diperiksa untuk materi pelajaran pentingnya persiapan pernikahan, Hakikat dan tujuan pernikahan Kristiani

v Peserta didik yang  selesai mengerjakan tugas projek/produk/portofolio/unjuk kerja dengan benar diberi paraf serta diberi nomor urut peringkat,  untuk penilaian tugas projek/produk/portofolio/unjuk kerja pada materi pelajaran pentingnya persiapan pernikahan, hal-hal yang perlu di persiapkan dalam memasuki pernikahan,Hakikat dan tujuan pernikahan Kristiani

 

v Memberikan penghargaan untuk materi pelajaran pentingnya persiapan pernikahan,hal-hal yang perlu di pesiapkan dalam memasuki pernikahan Kristen, Hakikat dan tujuan pernikahan kristiani  kepada kelompok yang memiliki kinerja dan kerjasama yang baik.

·        Guru bersama peserta didik menyimpulkan materi

·        Guru memberikan penilaian tertulis bentuk Pilihan Ganda atau memilih jawaban yang tepat

v Guru menyampaikan rencana pembelajaran pada pertemuan berikutnya dan berdoa untuk menutup pelajaran.

 

 

 

Penilaian Proses dan Hasil Belajar

1.     Prosedur Penilaian Sikap

No

                              Aspek yang dinilai

Teknik Penilaian

Waktu Penelaian

1

Sikap:

a.   Terlibat aktif dalam pembelajaran Pernikahan dalam perspektif Kristiani

b.  Bekerjasama dalam kegiatan kelompok.

c.   Toleran terhadap proses pemecahan masalah yang berbeda dan kreatif.

 

Pengamatan

 

 

Saat kegiatan eksplorasi dan kegiatan diskusi kelompok

2

Pengetahuan:

1.  Menjelaskan pemahaman yang benar tentang Pernikahan dalam perspektif kristiani

2.   Menjelaskan makna,tujuan,dan hakikat pernikahan kristiani

 

Tes tulis

Pilihan Ganda

 

Saat post test dan hasil pekerjaan siswa

3

Keterampilan:

1.   Membuat Kliping mengenai kehidupan pernikahan dan berbagai masalah yang timbul dalam keluarga

 

Penyelesaian Soal

 

Saat post test dan hasil pekerjaan siswa

 

 

 

 

 

 

 

2. Bentuk dan Instrumen penilaian: terlampir

3. Pedoman penskoran: terlampir

 

Mengetahui:                                                          Kupang,03 N0vember 2020

Plt.Kepala SMK Negeri 1 Kupang                            Guru Mata Pelajaran,

 

 

 

 

I Nengah Aditanaya, S.Pd.MM                                Matelda Riwu Rohi,S.Pd.

Nip. 19691211 199202 1 003                                          Nip. 19821009 201001 2 030

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

PENILAIAN PENGETAHUAN

Tes Tertulis, bentuk soal pilihan ganda

Mata Pelajaran     :  Agama Kristen

Kelas/Semester     :  XI/1        

Topik                     :  Pernikahan dalam perspektif pernikahan kristiani

Sub Topik                  :  Pentingnya persiapan pernikaahan,hakikat dan tujuan pernikahan kristen

Tahun Pelajaran   :  2020/2021

 

Pilihlah jawaban yang paling tepat dan paling benar!!!!!  

1.     Dalam menjalin hubungan pernikahan haruslah mengerti hakikat pernikahan yang sesungguhnya. Pilih pengertian hakikat penikahan yang menurut kalian paling benar dan tepat…...

a.     suatu persekutuan hidup antara laki-laki dan perempuan karena mereka saling mencintai dan ingin membentuk suatu kehidupan bersama secara tetap, memiliki tujuan yang sama yakni ingin saling membahagiakan.

b.     Pernikahan adalah sarana untuk menyatakan cinta kasih dalam proses memperoleh anak dengan cara yang benar

c.      Pernikahan adalah cara untuk mempersatukan dua orang yang saling mencintai secara sah menurut ajaran agama dan negara

d.     Pernikahan adalah tahap berikutnya setelah berpacaran

e.      Pernikahan adalah status keluarga yang diakui pemerintah 

2.     Dalam pernikahan dengan perspektif Kristiani, pernikahan dipandang sebagai suatu peraturan monogami. Karena monogami merupakan suatu refleksi dari kasih....

a.     Eros

b.     Storge

c.      Filia

d.     Agape

e.      Armania 

3.     Perselingkuhan dalam suatu pernikahan yang suci haruslah dihindari, alasannya ialah dapat mengakibatkan terjadinya......

a.     Kehancuran dalam bahtera keluarga

b.     Keretakan dalam komunikasi keluarga

c.      Komunikasi tidak berjalan lancar.

d.     Rasa kepedulian pada pengasuhan anak

e.      Niat hati dalam kepemilikan akan harta

4.     Untuk membentuk sebuah keluarga, seseorang harus siap secara "fisik" artinya....

a. Bertanggung jawab menjalani kehidupan keluarganya

b. Rupa-rupa dalam kebimbangan perkawinan

c. Keduanya minimal mencapai umur 20 dan 24 tahun

d. Sesuai dengan undang-undang perkawinan

e.Sudah dewasa memenuhi persyaratan menikah

5.     Dalam pernikahan dengan perspektif kristen, nikah di pandang sebagai suatu peraturan monogami. Monogami artinya….

a. seorang suami hanya di perbolehkan memiliki seorang istri  dan seorang istri hanya boleh memiliki seorang suami

b. bersaksi

c. bersekutu

d. melayani

e. Logos

Kunci Dan Pedoman Penskoran

No.

Kunci

Aspek

Skor

1

a.suatu persekutuan hidup

Pengetahuan

10

2

d. Agape

Pengetahuan

10

3

a.Kehancuran dalam bahtera rumah tangga

Pengetahuan

10

4

a.bertanggung jawab dalam menjalani kehidupan keluarga

Pengetahuan

10

5

a.

Pengetahuan

10

                                    i.            Nilai Pengetahuan  =

Pedoman Penskoran

                      

 

R u b r I k

skor

1.

Siswa dapat menyebutkan jawaban dengan baik

dan benar.

1

2.

Siswa menyebutkan jawaban salah

0

 

 

 

 

Skor Maksimum

 

 


 

Nilai =


total skor perolehan

total skor maksimum


 

𝑥 100


 Penilaian Ketrampilan

                                             

Satuan Pendidikan      : SMK N. 1. KUPANG

Mata Pelajaran            : Pendidikan Agama Kristen  & Budi Pekerti

Kelas /Semester          :  XI /Ganjil

Tahun Pelajaran          : 2020 / 2021

 

Tugas

  

Siswa di minta Membuat Kliping mengenai kehidupan pernikahan dan berbagai masalah yang timbul dalam keluarga kemudian di analisis dan di kumpulkan pada pertemuan berikutnya,

 

Rubrik dan Kriteria  Penilaian Kliping

Tugas ke   :                                                                                              

Date line   :

Nama        :

Kelas        :

Hari/ Tanggal kumpul :

Topik       :

Nilai         :

 

Aspek yang di nilai (isi makalah) 30 %

Skor

         Kliping dibuat sangat sesuai dengan topik yang diberikan. Ana lisa dan penjabaran yang jelas dan detail 

20-30

         Kliping yang dibuat cukup sesuai topik. Analisa dan penjabaran  cukup kaya dan detail

10-19

         Kliping yang dibuat kurang sesuai dengan topik. Analisa dan pen jabaran sangat sederhana dan terbatas 

5-9

Kelengakapan bahan (25%)

 

         Kliping dilengkapi dengan gambar dan penjelasan yang mendu kung identits sumber tercantum 

15-25

         Kliping cukup dilengkapi dengan gambar dan penjelasan. Identi tas sumber 

beberapa tercantum

8-14

         Kliping kurang dilengkapi gambar dan penjelasan lainnya. Identi tas sumber tidak tercantum 

3-7

Kerapihan dan bentuk (25 %)

 

         Kliping disajikan sangat rapi, teratur/sistematis dan penuh dengan kreativitas (penataan bidang tempel, pewarnaan, pemakaian besar dan bentuk huruf yang kreatif)

15-25

         Kliping disajikan cukup rapi, teratur/sistematis. Kreatifitas cukup baik

8-14

         Kliping disajikan kurang rapi dan kurang menarik, tidak sistema tis/ teratur, kurang kreatif

3-7

Ketepatan Waktu (20%)

 

         Kliping dikumpulkan tepat pada waktu yang ditentukan 

20

         Kliping dikumpulkan tidak lebih dari 1 minggu setelah batas waktu 

10-15

         Kliping dikumpulkan lewat dari batas tenggang waktu bahkan

 menjelang akhir penginputan nilai.

3-9

 

 

Total Nilai ( jumlah)

100

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

PROGRAM PERBAIKAN DAN PENGAYAAN

 

Sekolah                        : SMK  N. 1 Kupang     

Mata Pelajaran            : Agama dan Budi Pekerti

Kompetensi Dasar    : Menganalisis pentingnya nilai-nilai kristiani dalam           kehidupan pernikahan dan keluarga

Kelas/Semester            : XI / 1                 

Tahun Pelajaran          : 2020 /2021

1.     Program Perbaikan

1.1. Sasaran Perbaikan: Siswa yang memperoleh nilai  kurang dari  ) 80

1.2. Bentuk perbaikan: Tes perbaikan

1.3. Jenis perbaikan     : Individual

1.4. Materi Pokok        :  Pernikahan dalam perspektif kristiani

   1.5. Proses perbaikan  : Peserta didik diberikan kesempatan belajar dibawah bimbingan guru dalam satu kelompok.                                       

1.6. Pelaksanaan                    :

1.6.1. Hari/ Tanggal     : …………………………..........

1.6.2. Waktu                : ………………….……….........

1.6.3. Hasil                  : ………………….................

 

2.     Program Pengayaan

2.1. Sasaran Pengayaan        : Siswa yang memperoleh nilai lebih dari 80

2.2. Bentuk Pengayaan         : Pemberian Materi Tambahan

2.3. Jenis Pengayaan   : Individual

2.4. Materi Pokok        : Pernikahan dalam perspektif kristiani

2.5. Pelaksanaan                            

2.5.1. Hari/ Tanggal       : …………………………………………...

2.5.2. Waktu                  : …………………………………………....

2.5.3. Hasil           : …………………………………………....

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK

Mata Pelajaran     :  PAK & BUDI PEKERTI     

Kelas/Semester    :  XI/1

Topik                     :  Pernikahan Dalam Perspektif Kristiani

Sub Topik            :   Pernikahan Dalam Perpektif Kristiani

Tahun Pelajaran   :  2020/2021

Nama Siswa               :

Kelas               :

Tujuan Pembelajaran 

·        Menjelaskan Pentingnya persiapan  pernikahan dan hal-hal yang perlu di persiapkan dalam pernikahan.

·        Menjelaskan Hakikat pernikahan kristen.

·        Menjelaskan tujuan dan dasar pernikahan Kristiani

 

Petunjuk / Langkah-langkah

1.     Pelajari Lembar Kerja Siswa tentang Pernikahan Dalam Perspektif Kristiani berikut dengan berdiskusi dengan teman-temanmu satu kelompok!

2.     Selesaikan setiap masalah dengan menyertai langkah-langkah penyelesaian !

3.     Setelah selesai, salah satu kelompok akan diminta mempresentasikan hasil diskusi kelompok

 

1.     Diskusikanlah, menurut kalian mengapa pernikahan kristen perlu di persiapkan dengan baik.

.............................................................................................................................

2.     Menurut pendapat kalian, Hal-hal apa saja yang perlu di pahami dalam persiapan pernikahan kristen?

..............................................................................................................................

3.  Jelaskan menurut pendapat kalian apakah yang di maksud dengan pernikahan kristen?

..............................................................................................................................

4.   Jelaskan apa yang menjadi hakikat pernikahan Kristen?

      ………………………………………………………………….

5.  Jelaskan tujuan  dari pernikahan  dari suatu pernikahan kristen ?

............................................................................................................................

Selamat belajar dan berdiskusi, tetap Semangat. Tuhan Yesus Memberkati.

                                                                                                                       

RPP PEMBELAJARAN PAK & BP KELAS XI SMK, SEMESTER 1

RPP PEMBELAJARAN PAK & BP KELAS XI SMK, SEMESTER 1

RPP Adalah Rencana Pelaksanaan tatap muka untuk satu kali pertemuan atau lebih. RPP di buat oleh guru untuk membantunya dalam mengajar agar ...